Persebaya 7 Jadi Arena Mencari Jam Terbang untuk Para Partisipan

Kompetisi sepak bola usia muda, Persebaya 7, resmi berlangsung di Lapangan ABC area komplek Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis, 16 Juli 2026. Persebaya 7 masuk dalam rangkaian acara Persebaya YouthCon 2026, festival kreatif untuk anak muda yang memadukan unsur olahraga, musik, seni dan industri kreatif.

Persebaya 7 bukan hanya diikuti oleh klub-klub dari wilayah Surabaya dan sekitarnya. Salah satu klub terjauh yang menjadi peserta adalah Denny Soccer Academy yang berasal dari Jember.

Ini bukan kali pertama bagi anak-anak Denny Soccer Academy bertanding di luar kota. Sebelumnya, mereka sudah pernah mengikuti beberapa kompetisi di Bali hingga Jakarta.

“Tujuan kami memang memberi kesempatan untuk anak-anak mencari pengalaman. Jam terbang itu sangat penting untuk anak-anak, apalagi untuk usia 12 sampai 14 tahun,” ungkap Denny Ariyanto, kepala pelatih Denny Soccer Academy.

Ternyata, mengejar pengalaman dan menimba ilmu pada setiap kompetisi yang diikuti masuk dalam salah satu misi Denny Soccer Academy.

“Sudah biasa sih ikut kompetisi yang jauh-jauh ini. Biar anak-anak itu belajar juga. Nantinya kalau ketemu lawan yang secara kualitas di atas itu harus seperti apa,” ujarnya.

https://www.persebayayouthcon.id/uploads/post/2026/07/16/Persebaya 7 Jadi Arena Mencari Jam Terbang untuk Para Partisipan2.jpgSeluruh penggawa Denny Soccer Academy berfoto bersama selepas laga

Denny Ariyanto juga menambahkan, “Nantinya waktu kembali ke Jember, kami melakukan evaluasi. Soal pemahaman anak-anak selama berkompetisi itu seperti apa. Menghadapi pressure-nya bagaimana,”

Ini jadi salah satu upaya Denny Soccer Academy untuk memajukan sepak bola di Jember. Menurutnya Surabaya adalah salah satu kota yang tepat untuk mengejar pengalaman.

“Kita mau tahu sejauh apa sih anak-anak Jember ini di level nasional. Harus ada tolok ukurnya. Biar kita yang ada di daerah ini bisa beradaptasi. Jika tertinggal harus segera untuk mengejar,” ceritanya.

Baca juga: Persebaya 7, Ruang Pertama Merawat Mimpi Pesepak Bola Muda

Yup, secara tidak langsung Denny Soccer Academy mencari acuan untuk mengukur kemampuan sejauh apa ketertinggalan yang harus segera dikejar. “Saya rasa semua pembinaan harus punya misi seperti itu. Belajar dari kota yang lain. Apa yang didapat dan apa yang perlu dibenahi agar sepak bola di daerah itu nggak jalan di tempat. Kalau bagus ya kita adaptasi dan terapkan juga kan,” terangnya.

Pertimbangan selanjutnya yang membuat Denny Soccer Academy merumput di Persebaya 7 adalah lokasi penyelenggaraan yang berada di area komplek Gelora Bung Tomo.

“Dilaksanakan di Lapangan ABC komplek GBT ini jadi daya tarik tersendiri lho. Kualitas lapangan itu jadi pengalaman yang berbeda untuk anak-anak. Lapangannya bagus, anak-anak mood-nya happy. Kami sebagai pelatih juga senang melihat hal itu,” tandasnya.

Bicara soal senang, tak ada yang lebih senang ketimbang coach Mohammad Andik, pelatih Grefoo Academy. Mohammad Andik sempat masuk dalam jajaran kepelatihan Gresik United. Sang anak,  Muhammad Gibran, beberapa kali diajak untuk ke lapangan. Menyaksikan ayahnya meramu strategi dari pinggir lapangan.

“Sejak kecil saya selalu ajak Gibran buat ikut saya melatih Gresik United. Nggak tahu pas momen apa, dia tiba-tiba suka sama sepak bola. Ingin belajar main bola gitu,” ungkapnya.

Tanpa berpikir panjang, coach Andik langsung mendaftarkan anaknya untuk masuk ke Grefoo Academy.

https://www.persebayayouthcon.id/uploads/post/2026/07/16/Persebaya 7 Jadi Arena Mencari Jam Terbang untuk Para Partisipan2.jpgMohammad Andik (kanan) dan Muhammad Gibran berfoto bersama selepas laga

“Waktu Gibran masuk Grefoo, saya juga bergabung sebagai Direktur Teknik di sana. Bukan untuk Gibran saja, melainkan untuk anak-anak yang lain,” ujarnya.

Ajang Persebaya 7 juga menjadi kesempatan anak-anak Grefoo Academy untuk mengasah ketangkasan. Sama seperti partisipan yang lain, Grefoo Academy juga menjadikan kompetisi ini sebagai wadah menimba ilmu.

“Grefoo ikut Persebaya 7 ini untuk melatih fundamental anak-anak. Melihat kemampuan mereka itu sejauh apa jika berkompetisi di kelompok umurnya. Sekaligus menambah pengalaman juga untuk Gibran dan teman-temannya,” tandasnya,

Bukan piala yang dikejar melainkan pengalaman untuk menjadi pemain yang lebih baik di masa mendatang. Ini sesuai dengan semangat yang digaungkan oleh Persebaya 7.

Nantinya setiap partisipan akan mendapat medali sebagai bentuk apresiasi. Penghargaan atas kerja keras dan semangat berkompetisi mereka selama gelaran Persebaya 7. Selamat mengejar pengalaman di Lapangan.(*)