Persebaya 7, Ruang Pertama Merawat Mimpi Pesepak Bola Muda

Pengalaman perdana para partisipan Persebaya 7. Kompetisi Persebaya 7 yang ada pada Persebaya YouthCon 2026 resmi berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026. Merumput di Lapangan A dan B komplek Gelora Bung Tomo, Surabaya, menjadi pengalaman pertama para partisipan. Persebaya 7 sendiri merupakan kompetisi sepak bola usia muda yang diadaptasi dari Football 7. Variasi permainan sepak bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing tujuh pemain di lapangan yang berukuran lebih kecil. Format kompetisi ini juga menjadi yang pertama diselenggarakan di Surabaya.

Sejak pagi, area komplek Gelora Bung Tomo sudah dipadati oleh para orang tua dari masing-masing peserta. Bukan hanya sepatu bola dan seragam tim yang disiapkan. Para orang tua yang datang juga punya persiapan yang tak kalah matang. Bekal untuk sang anak sampai tikar agar semakin nyaman kala menonton sang buah hati.

“Kita selalu ikut nonton kalau anak-anak tanding. Bahkan kita juga punya tugas masing-masing. Ada yang bertugas sebagai konsumsi, perlengkapan juga,” ungkap Hartatik Ningsih, orang tua dari Zaafa kiper POAS Muda FC.

“Ini saya kebetulan membawa tikar, biar nyaman buat nunggu anak-anak tanding. Sekalian piknik juga sih,” sambungnya.

Bagi rombongan orang tua dari pemain POAS Muda FC, Persebaya 7 bukan sekadar kompetisi. Ini jadi kesempatan anak-anaknya untuk semakin mencintai olahraga sepak bola.
“Saya pribadi mendukung penuh anak saya buat mengembangkan potensi dan minat bakat dia di sepak bola. Nggak perlu harus dituntut seperti apa. Pokoknya main dan senang-senang aja sama teman-teman yang lain,” ceritanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ahkmad Agung Permadi, orang tua dari Jupiter penggawa dari Gresik Football Academy.
“Saya justru punya keinginan anak saya buat ke musik. Eh, karena terlanjur di sepak bola ya sudah. Pokoknya saya dukung aja tanpa perlu membebani dia,” ujarnya.
Ia tak pernah absen untuk menemani perjalanan sepak bola sang anak. Baik mengantar ke lapangan untuk berlatih sampai bertanding.

Potret Ahkmad Agung Permadi, orang tua dari Jupiter penggawa dari Gresik Football Academy saat menonton anaknya

“Saya itu dari 2024 selalu nganter anak buat tanding-tanding. Ini baru pertama ikut turnamen di Surabaya. Sebelumnya ya cuman di wilayah Gresik saja,” ceritanya.
Ada beberapa hal yang membuat Agung takjub dengan Persebaya 7. Salah satunya adalah sang anak mendapat kesempatan untuk merasakan Lapangan ABC komplek Gelora Bung Tomo. Lapangan yang menjadi tempat para penggawa Persebaya berlatih untuk mempersiapkan diri.

“Walaupun ini tahun pertama, saya rasa penyelenggaraannya begitu siap. Apalagi waktu datang dan registrasi ulang, itu datanya langsung terlihat semua. Lengkap. Padahal ini itu kompetisi usia muda lho. Dikerjakannya sudah seperti kompetisi profesional,” terangnya.

Agung berharap kompetisi Persebaya 7 harus terus ada untuk beberapa tahun mendatang. Karena ini jadi salah satu tempat anak-anak muda mengasah ketangkasan di lapangan.
“Harus ada lagi tahun depan. Pokoknya jangan berhenti. Sebagai orang tua saya sangat setuju dengan adanya Persebaya 7. Menurut saya ini masuk dalam upaya Persebaya untuk melakukan pembibitan usia muda,” tandasnya.

Persebaya 7 bukan sekadar kompetisi. Ini juga menjadi rumah bagi para pesertanya untuk menaruh mimpi. Sekaligus sebagai tempat untuk belajar dan mengejar pengalaman. Kompetisi Persebaya 7 masuk dalam rangkaian Persebaya YouthCon 2026. Kompetisi Persebaya 7 berlangsung dari Kamis, 16 Juli sampai Minggu, 19 Juli 2026. Di Persebaya 7 setiap partisipan akan mendapat medali. Itu menjadi simbol apresiasi untuk seluruh peserta karena sudah berjuang maksimal selama kompetisi berlangsung.