Persebaya 7 Jadi Wadah Belajar Anak-anak Indonesia Muda

Indonesia Muda jadi salah satu partisipan yang nantinya merumput di ajang Persebaya 7. Kompetisi Persebaya 7 masuk dalam rangkaian kegiatan Persebaya YouthCon 2026 yang diselenggarakan pada 16-19 Juli 2026 di area komplek Gelora Bung Tomo.

Indonesia Muda mengirim dua tim untuk terjun di dua kategori. Salah satunya adalah di kategori U12. Di ajang Persebaya 7 nantinya, kemenangan bukan salah satu hal yang akan diperjuangkan oleh skuad Indonesia Muda.

“Kalau di Indonesia Muda, untuk usia 12 tahun itu nggak diajarkan buat cari menang. Tetapi, diajarkan soal bagaimana sih main bola yang benar dan tepat,” ungkap Zaki Satria, pelatih Indonesia Muda U12.

Ternyata, filosofi tersebut telah ditanamkan oleh jajaran pelatih Indonesia Muda sejak lama. Mereka tak ingin membidik hasil instan. Menikmati proses perkembangan para pemain jadi salah satu yang digaungkan di Indonesia Muda. “Indonesia Muda itu programnya berjenjang. Jadi yang nantinya main di Persebaya 7 ini disiapkan untuk ikut Piala Soeratin tahun depan. Bisa dibilang jadi kesempatan anak-anak buat belajar lah, Mas,” terangnya.

Bagi Zaki Satria, usia anak asuhnya masih belum saatnya untuk mengejar kemenangan. Lebih jauh lagi membidik piala agar bisa berprestasi.
“Usia 12 tahun ini fokusnya itu belajar ya. Cari pengalaman yang banyak, pengalaman bertanding, pengalaman menghadapi tim yang kuat,” ujarnya.

Zaki Satria juga menambahkan, “Bukan mencari kemenangan. Kami sejak awal itu mengajarkan bagaimana sih caranya anak-anak ini enjoy waktu main bola. Peka terhadap situasi yang ada. Nah, di usia atasnya baru kami selipkan soal strategi dan lain-lain.” 

Bahkan Zaki Satria siap pasang badan jika nantinya skuad Indonesia Muda belum bisa berbicara banyak di Persebaya 7. Sang pelatih percaya bahwa dari kekalahan yang didapat ada sebuah pelajaran yang didapat dan dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama.

“Kami di Indonesia Muda itu percaya kalau kalah di pertandingan itu nggak masalah. Ada pengalaman yang nantinya didapat sama anak-anak. Walaupun kalah, tapi mereka sudah sesuai harapan ya nggak masalah,” terangnya.

Pengalaman dan belajar. Dua hal yang selalu diucapkan oleh Zaki Satria. Dua hal yang menjadi bekal Indonesia Muda U12 untuk menatap kompetisi Persebaya 7 yang sebentar lagi bergulir.

“Sebagai pelatih senang ada wadah baru seperti Persebaya 7 ini. Ini jadi kesempatan anak-anak buat menambah jam terbang. Merasakan bagaimana rasanya berkompetisi. Mengasah kemampuan dan mentalnya. Agar nanti di jenjang yang lebih tinggi mereka sudah lebih siap. Sudah matang istilahnya,” tandasnya.

Apa yang diungkapkan oleh Zaki Satria adalah bukti bahwa kompetisi level usia muda bukan soal siapa yang menang dan siapa yang salah. Melainkan soal siapa yang pulang dengan belasan atau bahkan puluhan gelas kosong yang telah terisi. Terisi oleh pengalaman bertanding, pengetahuan, dan juga mental. Selamat belajar dan bertanding, Indonesia Muda!