Sinyal Positif Ekosistem Sepak Bola Surabaya dari Persebaya Youthcon 2026

Turnamen Persebaya 7 yang berlangsung beriringan dengan Persebaya Youthcon 2026 menjadi pemantik antusiasme pesepak bola usia belia. Diikuti oleh 58 sekolah sepak bola yang tersebar di wilayah Jawa timur ajang tersebut disambut positif oleh para pemain, pelatih, dan orang tua. Yup, ini sejalan dengan prinsip semakin banyak peserta, maka semakin banyak pula pemain potensial yang bermunculan. Ekosistem ini yang membuat sepak bola Surabaya semakin stabil dan berkembang. 

Belum lagi soal peraturan pertandingan dan juga cara Persebaya 7 menjaga semangat para partisipannya. Sebelum memulai kompetisi, seluruh partisipan diwajibkan untuk datang dalam kegiatan technical meeting.

Pada kegiatan tersebut dijelaskan pula bahwa setiap tim akan mendapat jumlah pertandingan yang sama dengan tim-tim yang lain. Meski gagal menjadi juara di grup yang ditempati, mereka tetap bisa menuju babak gugur dengan sistem peringkat. Yup, pemuncak klasmen setiap grup saling bertemu di bagan para pemuncak klasmen.

Urutan kedua pun juga bertemu di bagan yang hanya khusus diisi oleh para runner up. Demikian juga dengan urutan ketiga. Konsep tersebut diadaptasi sebagai bentuk apresiasi untuk para peserta.

Selain itu, setiap partisipan juga akan mendapat medali. Sebuah simbol atas kerja keras latihan mereka selama masa-masa persiapan untuk Persebaya 7. Iya, bukan hanya para juara yang mendapat medali, meski gugur di babak awal atau kandas sebelum tampil di partai final, setiap partisipan mendapatkan medali sebagai bentuk penghargaan atas semangat bertanding mereka.

Sinyal Positif Ekosistem Sepak Bola Surabaya dari Persebaya Youthcon 2026(2)

Melihat hal tersebut, para pelatih pun berlomba-lomba untuk mengajarkan hal-hal baik selama merumput di ajang Persebaya 7. Salah satunya adalah dengan menekankan untuk saling menghargai satu sama lain. Respect kepada pemain lawan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami bukan hanya memberi kesempatan anak-anak buat mencari jam terbang. Tapi, kami juga mengajarkan anak-anak kalau main bola itu juga harus respect ke lawan. Habis tanding harus berjabat tangan dengan lawan,” ungkap Nanang Suprianto, kepala pelatih Aston Villa U10.

Hal senada juga diungkapkan oleh kepala pelatih Ivoire Football School, Oliver Konan. Bagi sang pelatih, para pemainnya juga perlu menambah banyak teman baru pada setiap kompetisi.

https://www.persebayayouthcon.id/uploads/post/2026/07/21/Sinyal Positif Ekosistem Sepak Bola Surabaya dari Persebaya Youthcon 2026.jpg

“Lewat sepak bola anak-anak bukan cuman diajarkan mengenai cara menendang sama mengumpan. Melainkan juga soal nilai-nilai kehidupan. Salah satunya ya jadi punya banyak teman. Di lapangan mungkin jadi lawan, setelah pertandingan selesai mereka jadi kawan. Itulah indahnya sepak bola,” terangnya.

Respon positif juga diungkapkan oleh para peserta Persebaya 7. Salah satu yang sering disebut adalah pengalaman bertanding di Lapangan A dan B area komplek Gelora Bung Tomo. Yup, lapangan itu kerap kali dipakai oleh para pemain Persebaya untuk berlatih. Artinya, para partisipan merumput di lapangan para idola mereka, pemain Persebaya.

“Senang banget bisa main di sini. Lapangannya empuk dan enak. Kalau jatuh jadi nggak sakit,” ucap Affan Alif, penggawa Evo Putro Agung U10.

Selama gelaran persebaya Youthcon 2026, para partisipan Persebaya 7 juga bisa bertemu dengan para pemain Persebaya. Hampir setiap sore selama tiga hari, mereka selalu menunggu para pemain Persebaya selesai berlatih. Sekadar menyapa dan meminta tanda tangan kepada para pemain idola. Salah satu yang beruntung adalah Chicharito Mikha, pemain Ivoire Football School. Ia berhasil bertemu dengan Arief Catur Pamungkas, bek sayap andalan Bajol Ijo.

“Senang pastinya bisa dapat tanda tangan Catur Pamungkas. Ini aku jadikan tambahan semangat buat jadi lebih baik lagi,” terangnya.

Rangkaian Persebaya Youthcon 2026 berakhir pada Minggu, 19 Juli 2026. Meski baru tahun pertama, ajang Persebaya 7 diharapkan bisa terus digelar untuk beberapa tahun mendatang. Ini jadi sinyal positif dinamika ekosistem sepak bola belia. Sampai ketemu lagi tahun depan!