Semangat Bertumbuh dari Bintang Putra Sidoarjo di Persebaya Youthcon 2026

“Bukan cuman pemain yang menambah pengalaman. Pelatih-pelatih kami di Bintang Putra Sidoarjo juga mencari pengalaman,” kata Ibnu Hambal, kepala pelatih Bintang Putra Sidoarjo.

Ya, ajang Persebaya 7 yang berlangsung di Lapangan A dan B area komplek Gelora Bung Tomo menjadi kesempatan barisan pelatih-pelatih muda Bintang Putra Sidoarjo untuk unjuk gigi. Jika beberapa partisipan Persebaya 7 memasang target juara, Bintang Putra Sidoarjo justru sebaliknya. Mereka tak mengejar piala. Bukan juga mengincar untuk jadi urutan pertama. Ibnu Hambal ingin pelatih-pelatih muda jebolan Bintang Putra Sidoarjo bertumbuh sebagai pelatih yang baik dan benar.

“Kami memang sedang berproses untuk regenerasi tim kepelatihan. Pelatih-pelatih muda ini dulunya juga pemain Bintang Putra Sidoarjo tapi yang tim senior. Mereka kembali dan ingin membagikan ilmu dan pengalaman ke adik-adiknya. Kami dengan senang hati menerima mereka,” ucapnya.

Yup, semangat itu pula yang diusung oleh Ibnu Hambal selaku kepala pelatih Bintang Putra Sidoarjo di ajang Persebaya 7. Semangat untuk belajar dan menambah jam terbang di jajaran kepelatihan.

“Persebaya 7 kami jadikan sebagai momen pelatih untuk menambah jam terbang. Bagaimana mereka menjaga emosi para pemain sambil memikirkan langkah-langkah seperti apa yang diambil,” ujarnya.

Semangat Bertumbuh dari Bintang Putra Sidoarjo di Persebaya Youthcon 2026Ibnu Hambal (paling kiri) memantau perkembangan pemain dan pelatih Bintang Putra Sidoarjo

Ternyata, bukan hanya jajaran tim kepelatihan saja yang belajar, para pemain yang dibawa oleh Bintang Putra Sidoarjo pun sebagian besar masih berusia di bawah 12 tahun.

“Sebenarnya, tim yang kami bawa ini tim BPS yang U11. Bahkan ada beberapa anak yang ada di U10. Target saya nggak incar juara. Bisa sampai babak perempat final aja sudah luar biasa menurut saya,” ceritanya.

Perjalanan Bintang Putra Sidoarjo terhenti di babak perempat final. Walakin, Bintang Putra Sidoarjo pulang dengan segudang pengalaman. Sekaligus medali sebagai bentuk apresiasi perjuangan para peserta.

“Ini jadi terobosan yang bagus. Karena medali itu penghargaan sebagai pemain. Di usia mereka sepak bola itu harus gembira. Anak-anak ini pasti mengingat banget pengalaman mereka main di Persebaya 7 lewat medali yang telah dikalungkan,” tandasnya.

Benar, bukan hanya para juara yang mendapat medali. Para partisipan yang kalah dan gagal melangkah ke babak final pun tetap mendapat medali sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas kerja keras mereka.