Setelah bergulir selama empat hari, Persebaya Youthcon 2026 akhirnya tiba di laga puncak pada Minggu, 19 Juli 2026. Sebanyak sembilan laga final Persebaya 7 dari tiga kategori berlangsung di Lapangan A area komplek Gelora Bung Tomo.
Untuk kategori U10 dan U12 ada tiga tingkatan final. Final untuk para juara grup, peringkat kedua, dan peringkat ketiga dari masing-masing grup. Format ini berlaku sebagai bentuk apresiasi para partisipan dalam mempersiapkan diri. Jadi perjuangan setiap tim tetap sama.
Semua memulai dari babak grup. Para pemuncak klasmen saling berhadapan di babak gugur. Pun demikian untuk urutan keedua dan ketiga masing-masing grup.
Pada kategori U10 tingkat Crown, tim KFA Lamongan keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-0. Laga keduanya berlangsung di Lapangan A2 area komplek Gelora Bung Tomo.
Selanjutnya pada tingkat Ace, Poas Muda berhasil mengalahkan Akademi Persela dengan skor akhir 1-0.
Di tingkat Conqueror, Gamalama Golden Boys menang 1-0 atas Betiring FC.
Bergeser ke kategori U12 seluruh final berlangsung di Lapangan A3 dan Lapangan A1. Di tingkat Crown, tim Untag Rosita menang atas Satu Naga Utama dengan skor 2-0. Pada tingkat Diamond, Denny Soccer Academy menang 2-1 atas Keeltjes Soccer Academy. Denny Soccer Academy unggul lebih dulu sebelum Keeltjes Soccer Academy memangkas jarak.
Di tingkat Ace, laga final berlangsung seru. Nonie’s Huis FC menang melawan Evo Putro Agung lewat drama adu penalti. Yup, skor imbang 0-0 berlangsung hingga babak kedua berakhir.
Pun demikian di tingkat Conqueror, laga final antara AZA FC melawan Farfaza FC juga berlangsung dramatis. AZA FC sempat unggul lebih dulu sebelum dibalas oleh Farfaza di babak kedua. Skor 1-1 membuat laga harus berakhir di titik putih. AZA FC menang 2-1 di babak adu penalti.
Di kategori U14 ada dua partai final. Pada tingkat Ace mempertemukan Pusura FC dengan Indonesia Mudah (putih). Pusura menang dengan skor tipis 1-0. Penggawa Pusura FC berhasil memanfaatkan kesalahan pemain bertahan Indonesia Muda dan mengubahnya menjadi gol.
Di tingkat Conqueror, Farfaza FC menang 4-0 atas Indonesia Muda (merah). Keran gol Farfaza sudah dibuka sejak babak pertama.
Sepanjang empat hari, para pemain telah belajar, berlatih, dan bertanding dengan sungguh-sungguh. Hal ini yang membuat panitia Persebaya Youthcon 2026 mengapresiasi setiap partisipan. Meski tumbang di fase-fase awal, mereka tetap pulang dengan medali sebagia bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Di sisi para pelatih dan manajemen klub, mereka sangat mengapresiasi format kompetisi yang ada di Persebaya 7. Setiap tim punya porsi bertanding yang sama banyaknya dengan para pemenang.
“Ini jelas memacu anak-anak buat semakin bersemangat waktu bertanding. Karena biasanya kan kompetisi itu cuman babak gugur, nah ini walau kalah di babak awal tetap main dan bahkan dibuatkan tingkatan tersendiri,” ungkap Masiyana, kepala pelatih Poas Muda FC.
Selain itu, nilai-nilai dasar Persebaya 7 seperti fair play, respect, kejujuran, dan kedisiplinan juga diterapkan sepanjang kompetisi. Seluruh pertandingan yang berlangsung mulai Kamis sampai Minggu berjalan lancar dan tidak ada insiden berarti.
Persebaya turut membina para pemain remaja agar siap menjadi pemain berkualitas dan bermental baik saat mereka beranjak deawsa.
Persebaya Youthcon diselenggarakn oleh Persebaya yang berkolaborasi dengan DBL Indonesia.