Pulang Membawa Senyum dan Teman Baru di Persebaya Youthcon 2026

Pulang dengan senyuman dan teman baru. Dua hal yang ditekankan oleh Nody Ferbianto, orang tua dari Lionel Kenzi, penggawa dari tim Ivoire yang berlaga di ajang Persebaya 7.

Ya, Nody melihat ajang Persebaya 7 yang masuk dalam rangkaian panjang Persebaya Youthcon 2026 sebagai tempat untuk sang anak bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang bukan hanya terampil dalam menggocek bola saja. “Saya sih berharap anak saya bukan hanya berkembang secara teknis atau kemampuan sepak bolanya saja. Tapi juga sebagai individu. Dari sepak bola dia bisa dapat banyak teman,” ungkapnya.

Nody sempat takjub ketika mengetahui jika ajang Persebaya 7 diselenggarakan di Lapangan A dan B Gelora Bung Tomo. Tempat yang kerap dipakai oleh para pemain Persebaya berlatih dan mengasah ketangkasan.

“Lapangan untuk pertandingannya bagus. Saya dapat kabar kalau ini juga biasanya dipakai sama pemain Persebaya untuk latihan kan. Secara nggak langsung ini memotivasi anak-anak untuk bermain secara sportif dan baik setiap pertandingannya,” terangnya.

Perjalanan Lionel Kenzi menyukai sepak bola pun bukan dari sang ayah. Nody Ferbianto hanya menjadi jembatan penghubung untuk hobi dan minat bakat sang anak, “Dari awal dia memang sudah suka main bola. Saya sebagai orang tua hanya mencarikan klub untuk dia berkembang saja. Sayang kan kalau nggak difasilitasi. Kalau anak happy saya pasti ikut happy melihat perkembangannya,” ceritanya.

Jika orang tua melihat ajang Persebaya 7 sebagai tempat untuk menambah teman baru sekaligus mengasah kemampuan. Oliver Konan, kepala pelatih Ivoire Football Academy U12, sedikit berbeda.

“Ada beberapa tim dari luar Surabaya yang datang dan bertanding di Persebaya 7. Ini membuat saya tahu kalau perkembangan sepak bola di setiap daerah itu seperti apa. Sebagia pelatih juga bisa jadi tempat untuk sharing juga kan,” ungkapnya.

Oliver Konan dulunya merupakan pemain sepak bola profesional asal Pantai Gading. Ia memutuskan untuk menetap di Surabaya dan membangun klub Ivoire karena satu alasan. Ia percaya bahwa talenta dan bakat anak-anak Surabaya begitu besar.

“Anak-anak di Surabaya ini punya potensi untuk terus mengembangkan diri. Saya ingin membagikan ilmu saya kepada mereka. Karena dulu (waktu kecil) saya seperti mereka ini,” ceritanya.

Pulang Membawa Senyum dan Teman Baru di Persebaya Youthcon 2026Oliver Konan ketika memberi intruksi kepada anak asuhnya dari pinggir lapangan

Filantropi namanya. Oliver Konan bukan hanya mengajarkan soal dasar-dasar bermain sepak bola. Beberapa kali ia menekankan kepada anak asuhnya untuk bermain dengan raut wajah bahagia.

“Saya selalu menekankan anak-anak untuk menikmati permainan. Di usia mereka, main bola itu harus bersenang-senang. Menang kalah itu sudah biasa. Nggak perlu dipikirkan pokoknya harus happy dulu,” ungkapnya.

Oliver Konan pun berharap panggung Persebaya 7 terus ada untuk beberapa tahun mendatang. Bukan, bukan untuk mengejar prestasi dan menjadi juara. “Ini itu jadi tempat anak-anak bertemu dengan anak-anak yang berusia sama dengan mereka. Dari yang awalnya lawan bisa jadi teman. Pulang dari sini bukan cuman dapat pengalaman aja,” tandasnya.

Yup, Persebaya 7 bukan cuman panggung untuk unjuk kebolehan dalam mengolah si kulit bundar. Melainkan menjadi tempat untuk membangun pertemanan di dalam dan luar lapangan.