Salah satu kegiatan yang ditunggu di Persebaya Youthcon 2026 adalah Antangin Junior Skill Challenge U8 yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Lapangan C area komplek Gelora Bung Tomo. Robertino Pugliara, football director Persebaya Academy, memimpin langsung jalannya kegiatan Antangin Junior Skill Challenge U8.
Bukan hanya soal ketangkasan dalam mengolah bola yang ditekankan. Ada juga nilai-nilai karakter lain yang juga dibagikan. Mulai dari saling menghargai rekan satu tim dengan cara memberi semangat dan mengapresiasi ketika salah satu mencetak gol. Tak hanya itu, ada juga latihan ketangkasan fisik yang dikemas dengan cara tak kalah unik.
Humairah Nur Ilmi, salah satu peserta Antangin Junior Skill Challenge U8 asal sekolah sepak bola Bina Yunior, senang ketika mendapat beberapa pengetahuan baru di sepak bola.
“Senang banget bisa ikut Antangin Junior Skill Challenge. Karena kita bukan diajari skill saja melainkan juga umpan-umpan yang bisa menambah wawasan,” ujarnya.
Cara Mimi -sapaan karibnya- mencintai sepak bola terbilang unik. Semua berawal dari sang kakak yang menularkan virus sepak bola. Dari sana ia lantas meminta mamanya untuk dibelikan sepatu sepak bola dan didaftarkan ke klub sepak bola.
Senyum bahagia Humairah Nur Ilmi
“Awalnya itu kami sempat kaget kok bisa suka sepak bola. Terus kami mikir, ya mungkin karena sejak kecil sudah kami ajak nonton Persebaya makanya Mimi bisa suka,” ungkap Yuli Astikasari, mama dari Mimi.
Mama Yuli lantas menambahkan, “Soalnya waktu kami ajak nonton di stadion itu dia excited banget. Akhirnya kami sepakat buat mendukung hobi dan minat dia di sepak bola ini,”
Yup, sang mama percaya sepak bola bukan hanya mengajarkan tentang bagaimana menggiring, mengumpan, dan menembak saja.
“Di sepak bola itu ada banyak nilai-nilai karakter yang diajarkan. Mulai dari respect ke tim lawan, terus mengajarkan kedewasaan dengan cara menerima kekalahan juga kan,” terangnya.
Jika Mimi sudah banyak mendapat pengalaman baru di sepak bola, Josiah, peserta Antangin Junior Skill Challenge asal SD Petra 12 Sidoarjo, justru baru pertama kali menjajal olahraga sepak bola.
“Menurut saya kegiatan seperti ini bagus banget untuk anak-anak kecil. Karena ini kan jadi salah satu olahraga yang disuka sama anak-anak kan,” ungkap Melisa, mama dari Josiah.
Melihat sang anak senang kala bermain membuat sang mama sudah siap untuk mendukung penuh minat sang anak.
“Kalau nantinya si Josiah suka main bola ya saya sebagai orang tua akan dukung sih. Karena kan tugas orang tuaitu mendukung penuh kesukaan dan minat dari sang anak,” ceritanya.
Josiah ketika pertama kali memainkan olahraga sepak bola
Melisa pun berharap rangkaian acara Persebaya Youthcon 2026 harus terus diadakan untuk beberapa tahun mendatang. Karena ini bukan hanya soal kompetisi melainkan juga bisa menambah relasi dan teman baru bagi sang anak.
“Ini itu bisa dijadikan untuk mengisi aktivitas anak-anak di luar sekolah lho. Karena banyak banget kegiatan positif yang bisa dilakukan. Harus diadakan lagi tahun depan,” tandasnya.
Kegiatan Persebaya Youthcon 2026 hari ketiga ditutup dengan Band Competition. Terdapat dua tim band yang keluar sebagai pemenang. Urutan pertama ada Askara, grup band asal SMPN 19 Surabaya. Posisi kedua ditempati oleh Unoa Band, grup band asal SMPN 1 Surabaya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Persebaya yang sudah menyelenggarakan acara ini, kami tentunya senang bisa ambil bagian dari acara ini," kata Raisa Hanun Rahmani, vokalis Askara.
Rangkaian kegiatan Persebaya Youthcon masih berlanjut. Minggu, 19 Juli 2026 menjadi hari terakhir penyelenggaraan Persebaya Youthcon 2026. Seluruh laga final Persebaya 7 di tiga kelompok umur akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB. Jadwal pertandingan yang lengkap bisa kamu lihat di persebayayouthcon.id.