Bergerak bersama. Berproses bersama. Prinsip tersebut diusung oleh Zidan Soccer Sidoarjo, salah satu partisipan Persebaya 7. Proses yang dimaksud bukan hanya sama-sama merasakan pengalaman bertanding di Lapangan A dan B Gelora Bung Tomo saja. Melainkan tentang upaya klub untuk memberikan kesempatan kepada para pemain berkembang bersama-sama.
“Di Persebaya 7 ini saya punya peraturan yang unik. Saya tekankan sejak awal kalau semua pemain mendapat menit bermain yang sama. Nggak peduli dia pemain utama atau pemain pengganti. Semuanya punya menit bermain yang sama di lapangan,” ungkap Achmad Zein, kepala pelatih Zidan Soccer Sidoarjo U12.
Peraturan unik tersebut digaungkan oleh sang pelatih jauh sebelum panggung Persebaya 7 bergulir. Hal itu diterapkan juga bukan tanpa sebab. Ia melihat Persebaya 7 sebagai kesempatan anak asuhnya untuk mencari pengalaman bertanding sebanyak-banyaknya.
“Semakin mereka terbiasa bermain maka kemampuan mereka semakin terlihat. Ini kan tujuannya tentang pembinaan. Semua pemain harus sama-sama berkembang ke arah yang lebih baik dong,” ucap sang pelatih.
Karena hal itu pula sang pelatih selalu menekankan untuk bermain umpan-umpan pendek ketimbang langsung memberikan umpan jauh dari belakang ke depan.
“Saya nggak mengajarkan anak-anak buat main bola atas. Karena itu nggak membuat anak-anak keluar dari tekanan. Main aja bola bawah. passing-passing pendek. Kalau misal masih terbaca lawan ya nggak masalah,” terangnya.
Achmad Zein juga menambahkan, “Karena main pendek bola bawah itu mengajarkan mereka untuk caranya keluar dari tekanan lawan. Beberapa kali mereka paham dan sudah mulai mengerti. Artinya kan ada sesuatu yang baru yang mereka dapat di lapangan,”

Beberapa kali pula ia mengapresiasi daya juang anak-anak asuhnya dari pinggir lapangan. Semangat untuk menghentikan serangan lawan atau sekadar berhasil menghalau tembakan yang dilakukan oleh lawan.
“Sudah menjadi sebuah keharusan sebagai pelatih untuk memberi kredit ke anak-anak yang bermain. Biar mereka juga percaya diri di lapangan. Karena ini kan kesempatan untuk anak-anak berkembang,” ujarnya.
Perjalanan Zidan Soccer Sidoarjo di Persebaya 7 masih berlanjut. Mereka melaju ke babak semifinal dan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 pada sesi sore.
“Ini ajang yang bagus untuk anak-anak. Karena semua anak nantinya mendapat medali meski mereka nggak juara. Sebagai pelatih saya melihatnya ini suatu bentuk apresiasi. Penghargaan sekaligus memacu semangat anak-anak untuk semakin suka lagi main bola,” tandasnya. Jika menang melawan Farfaza FC, yang menjadi lawan di semifinal, Zidan Soccer akan melaju ke partai final. Babak final diselenggarakan Minggu, 19 Juli 2026 masih di tempat yang sama, Lapangan A dan B area komplek Gelora Bung Tomo.