Pemain Persik Kediri Jon Toral Hadir di Persebaya 7, Dampingi Anaknya Bertanding

Pemain Persik Kediri hadir di Persebaya YouthCon 2026. Adalah Jon Toral, pemain asing Persik Kediri asal Spanyol, yang sedang mengantarkan anaknya bertanding di ajang Persebaya 7. Kedua anaknya merumput bersama Unesa FC yang bertanding pada kategori U12. Jon menyempatkan hadir di tengah kesibukan latihannya sebagai pemain sepak bola profesional.

“Ini kali pertama anak-anak bertanding di sini (Lapangan A dan B area komplek Gelora Bung Tomo). Pastinya saya antusias dengan kompetisi ini (Persebaya 7). Saya memang sempatkan datang untuk melihat mereka bermain dan menikmati setiap pertandingan,” ungkapnya.

Saat pertama kali tiba, Jon sempat takjub dengan suasana area komplek Gelora Bung Tomo. Suasana yang dipadati bukan hanya oleh para partisipan Persebaya 7 saja. Melainkan banyaknya orang tua yang juga hadir untuk mendukung anaknya bermain.

“Kebetulan siang tadi pertandingan pertama anak-anak saya. Menurut saya ini kompetisi yang bagus. Lapangan yang dipakai pun sangat oke. Semuanya terlihat rapi. Sudah sesuai dengan standar yang ada,”  ungkapnya.

Yup, kompetisi Persebaya 7 memang diselenggarakan di Lapangan A dan B area komplek Gelora Bung Tomo. Lapangan yang sama dengan tempat berlatihnya para pemain Persebaya. 

“Saya antusias untuk mengikuti kompetisi ini. Untuk beberapa hari mendatang saya akan ke sini untuk menemani anak-anak saya bertanding,” ceritanya.

Jon pun berpesan kepada kedua anaknya untuk menikmati setiap pertandingan yang dijalani selama Persebaya 7. Menurutnya di usia yang masih muda kedua anaknya harus bersenang-senang kala memainkan si kulit bundar.

“Nikmati saja setiap momen di pertandingan. Jadikan ini (Persebaya 7) sebagai tempat untuk mendapat banyak teman baru. Nggak peduli menang, kalah, atau imbang pokoknya main dengan cara having fun,” terangnya.

Selain Jon, Achmad Kivlain, kepala pelatih tim Untag Rosita U10  juga senada perihal kompetisi Persebaya 7 yang seharusnya dinikmati oleh anak-anak.

“Menang atau juara itu cuman bonus ya. Karena di Untag Rosita itu kami menekankan soal pembinaan usia muda. Kalau pembinaannya berjalan baik, ya prestasi itu mengikuti saja,” ungkap Achmad Kivlain.

Sang pelatih sempat merinding ketika melihat ekspresi anak-anak asuhnya saat tiba di pinggir lapangan. Bukan, bukan soal gugup karena akan bertanding.

Persebaya 7, Tempat Anak-anak Bermain dan Menumbuhkan MimpiAchmad Kivlain ketika memberi intruksi kepada anak asuhnya

“Anak-anak itu justru antusias buat segera main. Waktu datang itu mereka pada semangat banget. Saya suka sama semangat mereka hari ini,” ucapnya.

Tak ada target khusus yang diusung oleh Untag Rosita U10 di ajang Persebaya 7. Sang pelatih pun tidak mempermasalahkan jika nantinya gagal membawa pulang juara.

“Kita di sini itu buat cari pengalaman sih. Kompetisi seperti ini itu memang harus ada biar jadi wadah anak-anak mengasah kemampuan. Kalau nanti kita kalah di babak delapan besar ya nggak masalah. Kan tujuan awalnya buat belajar dan cari pengalaman,” terangnya.

Ajang Persebaya 7 ini juga dirayakan oleh para orang tua yang datang. Berbondong-bondong menyaksikan buah hatinya merumput. Ada yang membawa tikar, payung, kursi lipat, sampai janjian membuat jersei dengan orang tua yang lain. Salah satunya adalah barisan orang tua dari klub Aston Villa. Mereka bukan hanya menyaksikan anak-anaknya bertanding, melainkan juga memberi dukungan lewat sorakan-sorakan dari pinggir lapangan.

“Harus ramai pokoknya. Biar anak-anak itu ngerasa dapat dukungan dari orang tuanya. Kalau orang tua dari lawan juga ramai, kita nggak boleh kalah,” ungkap Tri Meta orang tua dari Mahardika Bramantyo, pemain dari Aston Villa.

Menariknya, barisan parents dari Aston Villa janjian untuk memakai jersei yang sama. “Setiap kali anak-anak ini tanding, orang tuanya selalu pakai jersei ini. Kita satu sama lain ngide kayak ayo bikin jersei. Masa cuman anaknya aja yang kompak orang tuanya engga,” ceritanya.

Persebaya 7, Tempat Anak-anak Bermain dan Menumbuhkan Mimpi0Parents dari klub Aston Villa Surabaya

Tri Meta melihat Persebaya 7 bukan sekadar kompetisi, ini adalah peluang untuk anak-anak usia muda menggapai mimpinya di bidang sepak bola.

“Menurut saya ini itu peluang. Kesempatan untuk meraih mimpi mereka biar bisa jadi pemain Persebaya,” tandasnya.

Persebaya 7 bukan sekadar kompetisi sepak bola untuk usia muda. Ini jadi wadah mereka untuk menambah jam terbang, mencari pengalaman, plus menambah teman dari daerah-daerah lain. Gelaran Persebaya 7 berlangsung mulai Kamis, 16 Juli 2026 sampai Minggu, 19 Juli 2026. Persebaya 7 masuk dalam rangkaian Persebaya YouthCon 2026.