Rangkaian euforia Anniversary Persebaya yang ke-99 terus berlanjut. Salah satunya dengan Persebaya Youthcon. Dalam kegiatan ini, semangat #PersebayauntukSemua makin masif untuk dilakukan dengan berbagai kegiatan. Persebaya Youthcon merupakan sebuah inisasi yang dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkembang melalui olahraga, kreativitas, dan kolaborasi dalam satu ekosistem festival.
Salah satu kompetisi utama di Persebaya Youthcon yang mencuri perhatian adalah Persebaya7. Persebaya7 adalah kompetisi sepak bola7 usia dini dengan kategori U-10, U-12, hingga U-14. Kompetisi yang dihadirkan untuk menjadi panggung bagi talenta-talenta muda berbakat untuk masa depan sepak bola di Indonesia.
Di Indonesia, kompetisi sepak bola usia dini sudah sangat masif dilakukan. Kita tentunya senang untuk hal tersebut. Namun, kompetisi Persebaya7 hadir sebagai warna baru. Menyajikan dan mengembangkan kompetisi sepak bola usia dini yang berbeda dari biasanya.
“Dihargai.” Adalah yang membuat Persebaya7 unik. Setiap perjuangan peserta akan benar-benar dihargai. Tidak ada tim yang akan pulang dengan tangan kosong, karena setiap pemain akan membawa pulang medali sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras mereka. Perbedaan dengan para juara dan runner-up hanyalah pialanya saja.
Tentunya hal ini menarik berbagai peserta untuk mendaftar, tak hanya dari Surabaya itu sendiri tapi juga hadir dari luar daerah. Nur Hayati dari Persela Lamongan salah satunya.
“Saya sudah tahu terkait sistem yang semua mendapatkan medali itu. Ini termasuk (sistem) baru buat kami. Menurut saya, itu bagus banget. Artinya Persebaya Youthcon gak cuma fokus di menang kalah, tapi juga menghargai proses dan usaha semua peserta. Ini bikin kita jadi lebih termotivasi buat tampil maksimal, tapi tetap junjung sportivitas. Kalah menang tetap dapat apresiasi,” ujarnya.
Apalagi Nur Hayati bersama dengan tim Persela Lamongan datang dari jauh. Segala persiapan pun harus dilakukan dengan sangat matang. Mulai dari latihan fisik dan teknik bareng dengan tim, menjaga pola makan dan istirahat, sampai menjaga mental agar setiap dari mereka siap untuk bertanding. Selain itu, ada juga persiapan administrasi dan transportasi ke Surabaya karena kami berangkat dari Lamongan.
Jika ditanya soal ekspektasi di Persebaya Youthcon nanti, Nur Hayati dan tim memang punya ekspektasi untuk juara. “Di Youthcon ini kita pasti pasang target juara. Kita sudah latihan dan persiapan serius biar bisa kasih yang terbaik buat Persela, tapi yang lebih penting adalah proses belajar, berkembang, dan mengharumkan nama Persela serta Lamongan, pungkasnya.”
Apresiasi positif ini juga diungkapkan oleh Fahmi Hafidz asal Grefoo Academy Gresik.
“Konsep semua peserta mendapatkan medali adalah konsep yang sangat positif dan patut diapresiasi. Pemberian medali kepada seluruh peserta merupakan bentuk penghargaan atas usaha, semangat, dan kerja keras anak-anak selama mengikuti kompetisi. Medali tersebut tentu akan menjadi kenang-kenangan yang berharga sekaligus menjadi motivasi agar mereka semakin semangat berlatih dan terus berkembang,” ujar pemilik Grefoo Academy ini.
Saat ditanya apakah sebelumnya pernah bertemu dengan konsep serupa, Fahmi menjawab bahwa ini adalah kali pertama pengalaman mereka. “Umumnya seluruh peserta hanya mendapatkan piagam, sedangkan medali hanya diberikan kepada juara 1, 2, dan 3. Karena itu, kami sangat mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh Persebaya Youthcon.”
Fahmi bersama Grefoo Academy menyampaikan punya harapan besar untuk dapat menjadi bagian dari masa depan Persebaya, khususnya melalui pembinaan pemain usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan. Sinergi antara akademi sepak bola dan klub profesional merupakan fondasi penting dalam mencetak pemain-pemain terbaik untuk masa depan sepak bola Indonesia, imbuhnya.
Selain menjunjung tinggi soal apresiasi, Persebaya7 benar-benar menawarkan eksperimen “real” kompetisi. Hal itu selaras dengan sistem yang dianut oleh Persebaya7. Setelah mereka melewati fase grup, setiap tim akan kembali dipertemukan dengan lawan yang sepadan. Misalnya, dari juara grup A, B, dan C akan dipertemukan. Begitu pula dengan urutan 2, 3, 4, akan bertemu urutan yang sama di grup lain. Jadi, dalam kompetisi ini, tidak ada yang namanya menang hanya karena keberuntungan. Tapi mutlak karena perjuangan. Setiap dari mereka akan diuji dan terus diuji, untuk melihat siapa yang paling layak untuk juara.
Kompetisi Persebaya7 akan dihelat pada tanggal 16-19 Juli 2026 di kompleks Gelora Bung Tomo. Ada tiga kategori umur yang dilombakan di Persebaya7: U8 Skills Challenge, Persebaya7 Competition U12, dan Persebaya7 Competition U14.(*)