Sepak bola 7 atau yang dikenal dengan 7 side football merupakan variasi dari sepak bola konvensional yang dimainkan oleh 7 orang setiap tim, termasuk dengan penjaga gawang. Kompetisi ini akan dilombakan di Persebaya Youthcon dengan tajuk Persebaya7.
Sepak bola 7 dipilih bukan tanpa alasan. Di Indonesia, sepak bola 7 sedang sangat digencarkan. Pada Februari 2026, Tiar Karbala, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital meluncurkan Indonesia Football 7 Federation (IF7F) sebagai tonggak lahirnya era baru Football 7 Indonesia. Langkah ini menunjukkan penguatan sepak bola 7 menuju standar profesional dan level internasional.
Setelah Februari resmi diluncurkan ke ajang profesional. Sepak bola 7 kian mengepakkan sayapnya. Pada Juni (2026) ini, tim Football Association 7 (FA 7) berhasil catatkan sejarah sebagai Runner-up di ajang IFA7 World Championship setelah melawan tuan rumah, Honduras. Ini kali pertama Indonesia mampu menembus Final dan meraih medali perak di ajang kejuaraan dunia tersebut.
Perjalanan tim FA7 Indonesia sampai ke partai final bukanlah hal yang mudah. Mereka harus bertemu dengan negara-negara “raksasa” dalam sepak bola. Mulai dari Venezuela, Meksiko, hingga Brazil. Di pertandingan melawan Brazil, tim FA7 Indonesia harus berjuang keras. Setelah imbang dengan skor 3-3, Indonesia menutupnya dengan penalti dan melaju ke semifinal. Kemenangan tersebut langsung menjadi sorotan, karena sepak bola 7 Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia.
Tren yang positif tersebut bersambut dengan diadakannya Persebaya7 di Persebaya Youthcon. Pemilihan sepak bola 7 dijadikan sebagai kompetisi ‘andalan,’ karena ingin memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengetahui dan mengembangkan kemampuan mereka. Apalagi, kompetisi Persebaya7 dikemas dengan cara yang berbeda.
“Dihargai.” Adalah perbedaan Persebaya7 dengan kompetisi lainnya. Setiap perjuangan peserta akan benar-benar dihargai. Tidak ada tim yang akan pulang dengan tangan kosong, karena setiap pemain akan membawa pulang medali sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras mereka. Perbedaan dengan para juara dan runner-up hanyalah pialanya saja.
Atmosfer Persebaya7 pun tak berhenti di situ. Setelah fase grup, setiap tim akan kembali dipertemukan dengan lawan yang selevel. Misal dari juara grup A, B, dan C akan dipertemukan. Begitu pula dengan urutan 2, 3, 4 akan bertemu urutan yang sama dari grup lain.
Lebih dari sekadar kompetisi, panggung Persebaya7 adalah wadah untuk mengetahui bibit-bibit unggul sedini mungkin. Persebaya Future Lab akan memantau langsung jalannya kompetisi untuk melakukan scouting. Pemain-pemain yang terpilih akan mendapatkan kesempatan emas merasakan langsung experience pelatihan di Elite Pro Academy (EPA) Persebaya. Dari situ bisa dipastikan bahwa tim FA7 Indonesia tidak akan kehilangan regenerasi di masa yang akan datang.(*)